HARLAH PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
KE-18
Efektivitas Kebijakan Cek Plagiarisme dalam Penanggulangan
Ketergantungan AI di STAI Al-Anwar Sarang Rembang
Sub Tema: Pendidikan
Transformasi besar saat ini sedang terjadi di dunia pendidikan. Hal itu dapat terjadi karena kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mengalami perkembangan yang cukup pesat. Munculnya platform seperti ChatGPT, Quillbot, Grammarly, dan aplikasi AI lainnya kini telah menjadi teman belajar yang semakin populer dan dipercaya di kalangan mahasiswa. Teknologi ini tidak lagi hanya sebatas alat bantu, tetapi telah menjadi realitas sehari-hari. Bahkan telah masuk ke dalam dunia pendidikan khususnya pada ruang-ruang kelas, lembar tugas, hingga ke dalam pikiran mahasiswa.
Berdasarkan survei dalam Katadata Insight Center (2023), dalam pengerjaan tugas kuliah sekitar 68% mahasiswa di Indonesia mengaku pernah menggunakan bantuan AI, baik secara langsung maupun sebagai alat bantu belajar. Data ini bukan hanya menunjukkan betapa tingginya minat, tetapi juga memperlihatkan betapa cepatnya teknologi AI masuk dan beradaptasi dalam ruang akademik.
Berdasarkan pengamatan penulis, sebagian besar dari mahasiswa STAI Al-Anwar Sarang mulai tergoda menggunakan bantuan AI dalam proses pengerjaan tugas kuliah. Fenomena tersebut berdampak pada aplikasi seperti ChatGPT, mahasiswa dapat mengakses materi dengan cepat, bahkan sekaligus memperoleh rujukan untuk menyusun makalah. Kemudahan ini memungkinkan mereka untuk menyusun karya tulis dengan mudah, memahami konsep rumit melalui penjelasan visual, serta mengakses jutaan informasi dalam waktu singkat.
Namun, dengan segala kemudahan yang ditawarkan, muncul pula kekhawatiran bahwa mahasiswa akan mengalami ketergantungan. Sehingga para mahasiswa akan kesulitan dalam menyelesaikan tugas mandiri tanpa bantuan AI. Untuk mencegah adanya ketergantungan tersebut, salah satu kebijakan yang ada di STAI Al-Anwar Sarang Rembang yaitu cek plagiarisme melalui aplikasi Turnitin sebagai langkah menjaga integritas akademik. Berdasarkan hal tersebut, tulisan ini akan membahas efektivitas kebijakan cek plagiarisme dalam menanggulangi ketergantungan mahasiswa terhadap AI di STAI Al-Anwar Sarang Rembang.
Menurut Zainuddin (2022), penggunaan aplikasi deteksi plagiarisme seperti Turnitin merupakan bagian penting dalam menanamkan nilai kejujuran akademik di perguruan tinggi. Nilai kejujuran sangatlah penting untuk membentuk karakter mahasiswa, sebab kejujuran merupakan fondasi integritas ilmiah yang menentukan kualitas sebuah perguruan tinggi. Tanpa kejujuran, karya ilmiah hanya menjadi formalitas tanpa makna, sementara dengan kejujuran, mahasiswa tidak hanya belajar menyebutkan sumber atau mengakui peran teknologi dalam penulisan, tetapi juga mengembangkan sikap bertanggung jawab dan disiplin dalam setiap proses akademiknya.
Dalam wawancara dengan Mutthi’atul Hamidah (2025), salah satu staf IT di STAI Al-Anwar, ia menjelaskan bahwa penerapan Turnitin tidak sekadar formalitas, melainkan telah menjadi bagian dari sistem evaluasi setiap tugas mahasiswa. Tidak hanya makalah, tetapi juga laporan penelitian kecil, presentasi berbasis teks (PowerPoint), serta tugas tengah semester (UTS) dan tugas akhir semester (UAS) yang berbentuk esai maupun karya tulis. Menurutnya, kebijakan ini merupakan salah satu upaya untuk mengukur tingkat kemampuan mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah. Sebagai ajang dalam menanggulangi tindak plagiarisme serta menjadi tantangan tersendiri bagi para mahasiswa untuk bisa meningkatkan kemampuan dalam parafrase. Secara teknis, pelaksanaan kebijakan cek plagiarisme dilakukan melalui beberapa tahapan. Untuk memperjelas mekanisme pelaksanaan cek plagiarisme di STAI Al-Anwar Sarang Rembang, berikut ditampilkan tabel ringkas yang menjelaskan tahapan prosesnya:
Di STAI Al-Anwar Sarang Rembang, standar toleransi tingkat kesamaan ditetapkan sekitar 30%, meskipun dalam beberapa kasus dapat disesuaikan dengan kebijakan masing-masing dosen atau program studi. Apabila hasil cek melebihi batas toleransi, atau ditemukan satu halaman penuh yang teridentifikasi sebagai plagiat, mahasiswa diwajibkan merevisi hingga sesuai standar yang berlaku. Jika mengacu pada tolok ukur ini, kebijakan cek plagiarisme di STAI Al-Anwar dapat dikatakan cukup efektif karena berhasil menumbuhkan sikap lebih hati-hati mahasiswa dalam mengutip dan melakukan parafrase.
Hal ini sejalan dengan pendapat Wahyudi (2021) yang menegaskan bahwa dalam mengutip atau menulis, mahasiswa harus tetap hati-hati. Penerapan batas toleransi dalam cek plagiarisme bukan hanya berfungsi sebagai filter, tetapi juga sebagai mekanisme pendidikan. Dengan demikian, kebijakan cek plagiarisme di STAI Al-Anwar Sarang Rembang tidak hanya berfungsi sebagai pengendali, melainkan juga sebagai sarana dalam membentuk budaya akademik yang sehat.
Perkembangan kecerdasan buatan telah memengaruhi cara mahasiswa menyelesaikan tugas akademik, termasuk di STAI Al-Anwar Sarang Rembang. Berdasarkan pengamatan penulis, sebagian mahasiswa mulai mengandalkan platform seperti ChatGPT, dan Grammarly sebagai alat bantu belajar maupun penyusunan makalah. Menurut penelitian Arifin (2023), kemampuan individu dalam berpikir kritis dapat menurun serta keterampilan menulis akademik akan melemah seiring dengan penggunaan teknologi yang disalahgunakan. Selain itu, akan muncul pula kecenderungan plagiat terselubung yang diciptakan mahasiswa dalam penyelesaian tugasnya.
Fenomena yang terjadi di STAI Al-Anwar tidaklah unik. Studi yang dilakukan oleh Suryadi (2022) menunjukkan bahwa dalam mendukung penyusunan karya ilmiah, sebagian besar mahasiswa di Indonesia pernah menggunakan bantuan aplikasi AI. Namun, penelitian lain oleh Putri (2023) mengungkap bahwa rasa percaya diri pada mahasiswa dalam berdiskusi dan menulis bisa mengalami penurunan akibat ketergantungan pada AI.
Fakta ini relevan dengan kondisi nyata di STAI Al-Anwar Sarang Rembang, sebagian mahasiswa mulai menunjukkan kesulitan ketika diminta menyusun tulisan tanpa bantuan AI. Oleh karena itu, kehadiran kebijakan cek plagiarisme melalui Turnitin menjadi sangat penting, karena mampu menjadi benteng awal dalam pemanfaatan teknologi terhadap orisinalitas karya ilmiah yang seimbang. Belum ditemukan penelitian publik dari STAI Al-Anwar yang secara eksplisit mengkaji efektivitas Turnitin dalam menanggulangi ketergantungan AI, sehingga penelitian ini menjadi penting sebagai studi awal di institusi tersebut.
Kebijakan cek plagiarisme di STAI Al-Anwar Sarang Rembang melalui penggunaan aplikasi Turnitin merupakan salah satu upaya untuk menjaga kualitas karya ilmiah mahasiswa. Evaluasi kebijakan ini penting dilakukan agar dapat diketahui sejauh mana efektivitasnya dalam mencegah praktik plagiarisme, sekaligus menilai kelemahan yang perlu diperbaiki. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Anton Risparyanto (2022) menemukan bahwa terjadi peningkatan kesadaran akan plagiarisme setelah karya tulis mahasiswa dicek menggunakan Turnitin. Pemahaman dan praktik mahasiswa tentang keaslian karya meningkat secara signifikan.
Kebijakan ini memiliki kelebihan dalam menanamkan budaya akademik yang jujur dan bertanggung jawab. Menurut Siregar (2021), penggunaan aplikasi deteksi plagiarisme dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa untuk menghargai karya orang lain dan menumbuhkan sikap kritis dalam penulisan ilmiah. Namun, dalam penelitiannya Handayani (2022) mengungkapkan bahwa karena keterbatasan teknologi dan lemahnya pengawasan dari pihak dosen, kebijakan cek plagiarisme sering kali belum efektif sepenuhnya. Selain itu, faktor biaya lisensi juga menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi.
STAI Al-Anwar telah memberikan alokasi dana rutin untuk membayar lisensi tersebut sehingga setiap mahasiswa bisa mengakses dengan bebas untuk mengecek tulisannya pada aplikasi tersebut. Mutthi’atul Hamidah juga menilai sisi positif kebijakan ini lebih dominan, meskipun tetap ada kendala, seperti akses internet yang terbatas dan sempat terjadi kasus peretasan akun Turnitin STAI Al-Anwar Sarang Rembang. Namun kendala tersebut kini sudah dapat diatasi oleh pihak kampus.
Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa pihak yang terkait secara langsung. Para pimpinan kampus yang ikut dalam merumuskan kebijakan dan memastikan keberlanjutan program. Dosen juga berperan sebagai pengawas teknis. Mahasiswa sebagai subjek utama. Dan tim IT yang berperan dalam pengelolaan sistem, dan memastikan aplikasi berjalan dengan baik. Kolaborasi antar pihak ini sangat penting untuk memastikan kebijakan berjalan optimal.
Evaluasi menyeluruh menunjukkan bahwa meskipun kebijakan cek plagiarisme belum sempurna, keberadaannya tetaplah sangat penting dalam menjaga integritas akademik. Kebijakan ini sangatlah efektif untuk diterapkan di perguruan tinggi. Hal ini sejalan dengan temuan Nugraha & Suryana (2019) yang menegaskan bahwa penerapan aplikasi deteksi plagiarisme di perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai alat kontrol, tetapi juga berperan dalam pembentukan sikap jujur, disiplin, dan tanggung jawab mahasiswa. Dengan demikian, kebijakan ini sudah menjadi bagian dari pendidikan karakter akademik di STAI Al-Anwar Sarang Rembang.
Kebijakan cek plagiarisme melalui Turnitin di STAI Al-Anwar Sarang Rembang terbukti efektif sebagai langkah menjaga integritas akademik mahasiswa. Meskipun terdapat kendala teknis seperti jaringan internet, biaya lisensi, dan potensi manipulasi, manfaatnya tetap lebih dominan. Turnitin tidak hanya berfungsi sebagai alat kontrol teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran terhadap orisinalitas karya, memperkuat budaya akademik yang jujur, serta menumbuhkan sikap kritis mahasiswa. Keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi pimpinan kampus, dosen, mahasiswa, dan tim IT, sehingga dapat menjadi sarana pendidikan karakter akademik sekaligus benteng menghadapi tantangan era digital.
Oleh: Irma Latifatul Muazaroh
Arifin, A. (2023). Etika akademik di era digital. Jakarta: Prenada Media.
Handayani, F. (2022). “Tantangan implementasi kebijakan cek plagiarisme di perguruan tinggi Indonesia”. Jurnal Manajemen Pendidikan Tinggi, 8(2).
Katadata Insight Center. (2023). Survei pemanfaatan AI di kalangan mahasiswa Indonesia. Jakarta: Katadata.
Nugraha, D., & Suryana, Y. (2019). “Penerapan aplikasi anti-plagiarisme untuk meningkatkan integritas akademik mahasiswa”. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(2).
Putri, D. (2023). “Academic confidence in the age of AI: A study of Indonesian university students”. Jurnal Pendidikan Tinggi Indonesia, 9(1).
Risparyanto, A. (2022). “Turnitin sebagai alat deteksi plagiarisme”. UNILIB: Jurnal Perpustakaan, 11(2).
Siregar, H. (2021). Etika akademik dan pencegahan plagiarisme di perguruan tinggi. Bandung: Alfabeta.
Suryadi, R. (2022). “Pemanfaatan artificial intelligence dalam dunia akademik: Antara manfaat dan tantangan”. Jurnal Teknologi Pendidikan, 14(2).
Wahyudi, A. (2021). Manajemen plagiarisme di perguruan tinggi: Kebijakan dan implementasi. Yogyakarta: Deepublish.
Zainuddin. (2022). Integritas akademik di era digital. Jakarta: Prenadamedia.