Adu Argumen di Wanakarya: Mahasiswa PGMI Asah Nalar Kritis Lewat Lomba Debat
Dalam persiapannya, peserta mempelajari delapan mosi yang telah disiapkan oleh panitia. Mosi tersebut kemudian dibagi kepada masing-masing anggota kelompok untuk diperdalam sebelum pelaksanaan lomba.
Salah satu peserta, Lutfiana Nisak, mengungkapkan bahwa lomba debat ini berlangsung seru dengan kualitas penyampaian argumen yang cukup baik. “Acaranya seru dan penyampaian argumen para peserta juga bagus-bagus. Akan tetapi, sangat disayangkan peserta yang ikut lomba masih kurang banyak,” ujarnya.
Selain memberikan kesan, peserta juga menyampaikan kritik dan saran terkait pelaksanaan lomba. Salah satunya adalah perlunya technical meeting sebelum kegiatan berlangsung, terutama bagi peserta yang belum memiliki pengalaman dalam debat. Selain itu, waktu pelaksanaan lomba dinilai kurang tepat karena mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan.
Pada babak penentuan juara, peserta diberikan mosi baru di luar delapan mosi yang telah dipelajari sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk menguji kemampuan berpikir kritis dan spontanitas peserta dalam menyusun serta mempertahankan argumen.
Sementara itu, juri lomba, Ika Wahyuningsih, menilai bahwa secara umum peserta masih perlu meningkatkan persiapan dan pemahaman peran dalam debat. Ia menyoroti bahwa sebagian peserta masih cenderung membaca teks dan belum sepenuhnya menunjukkan kemampuan berpikir kritis.
“Debat itu bukan sekadar membaca teks, tetapi kemampuan berpikir kritis dan beradu argumen. Peserta juga perlu memahami etika debat, seperti cara menyampaikan salam, penghormatan kepada juri, kontak mata, gestur, hingga pengelolaan intonasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berpesan agar peserta terus mengembangkan kemampuan debat dengan memperkuat kerja sama tim dan memperdalam pemahaman materi. Menurutnya, dalam debat, setiap anggota harus saling mendukung, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Melalui kegiatan ini, lomba debat diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melatih kepercayaan diri, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta mengembangkan keterampilan berargumentasi. Selain itu, kegiatan ini dinilai penting untuk terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana pengembangan potensi mahasiswa di bidang akademik.
~Jurnalistik HMP PGMI

.png)



