day 3 wanakarya
Rembang — Himpunan Mahasiswa Program Studi PGMI STAI Al-Anwar menggelar lomba pidato cilik (pildacil) dan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dalam rangka Wanakarya 2026, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 WIB di dua lokasi berbeda, yakni pildacil di Sport Center dan MTQ di Auditorium Gedung Maimun Zubair.
Sebanyak 17 peserta mengikuti lomba pildacil yang berasal dari sejumlah sekolah, seperti SD Islam An-Nawawiyah Rembang dan SDIT Avicenna Lasem. Para peserta mengaku telah melakukan persiapan selama 1 hingga 2 minggu, mulai dari latihan hingga menghafal teks pidato dengan bimbingan guru masing-masing. Meski sempat merasa gugup dan kurang percaya diri saat melihat penampilan peserta lain, mereka tetap mampu tampil maksimal dengan tema yang beragam, seperti kepedulian lingkungan, cinta tanah air, dan keimanan.
Di waktu yang sama, lomba MTQ juga digelar dengan diikuti sekitar 12 peserta. Salah satu peserta mengungkapkan rasa senang sekaligus gugup saat mengikuti lomba tersebut. Ia menuturkan bahwa persiapannya dilakukan selama kurang lebih dua bulan dan berharap dapat meraih hasil terbaik dalam kompetisi tersebut.
Pendamping peserta dari SDIT Avicenna Lasem, Siti Nur Aisyah, menyampaikan bahwa keikutsertaan sekolahnya dalam kegiatan ini sudah memasuki tahun keempat. Ia menjelaskan bahwa pemilihan peserta dilakukan berdasarkan potensi dan keberanian siswa. “Tidak semua anak berani tampil, sehingga kami memilih siswa yang siap agar bisa berkembang dan percaya diri,” ujarnya. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk mencetak generasi yang berani, berprestasi, serta unggul dalam bidang pendidikan dan keagamaan.
Sementara itu, salah satu juri lomba pildacil, Dr. Bisri Musthofa, M.Pd.I, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, acara ini menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa berjalan aktif. Namun, ia juga memberikan sejumlah masukan, seperti pentingnya peningkatan profesionalisme panitia, pengaturan posisi panitia saat acara berlangsung, serta perluasan promosi agar jumlah peserta semakin meningkat. Ia juga menyoroti perlunya evaluasi terkait peserta yang sudah sering menjuarai lomba agar kesempatan dapat diberikan kepada peserta lain.
Hal senada disampaikan oleh Mohammad Luthfil Anshori, Lc., M. Ud, selaku juri MTQ. Ia menilai tujuan kegiatan sudah baik dalam memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi di bidang pidato dan tilawah Al-Qur’an. Namun, ia mengakui masih terdapat kendala, seperti ketidakhadiran salah satu juri, yang perlu menjadi bahan evaluasi ke depan. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan persiapan agar kegiatan serupa dapat berjalan lebih optimal dan kompetitif.
Melalui kegiatan ini, panitia tidak hanya berupaya mengembangkan bakat siswa, tetapi juga memperkenalkan Program Studi PGMI STAI Al-Anwar kepada masyarakat luas. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan kualitas yang semakin baik di masa mendatang.



